Sunday, May 29, 2011

Di alam semesta ada berapa bintang?

Teman-temaaaaan, Allah menciptakan seluruh alam semesta ini. sepatutnya kita bersyukur terhadap-Nya.
Salah satu ciptaannya adalah langit, di langit kala malam ada bintang. bukan hanya satu dong bintangnya.


Bintang yang tak terhingga banyaknya 

Di dalam gugusan bimasakti yang ditempati oleh sistem matahari, terdapat bintang yang jumlah keseluruhannya mencapai 100 miliar lebih. dan di alam semesta ini, sistem bintang sejenis bimasakti juga berjumlah 100 miliar lebih. dengan kata lain, di alam semesta ini jumlah bintang tak terhingga banyaknya. sungguh tidak terbayang betapa luasnya alam semesta ini, sehingga bisa menampung begitu banyak bintang. bahkan gugusan bintang andromeda yang paling dekat dengan gugusan bintang bimasakti pun berada di suatu tempat yang berjarak 2 juta tahun cahaya bima sakti.


subhanallah ya! Allah begitu Maha Rahman dan Maha Rahim. yuk teman teman bagi yang muslim, jangan pernah tingalin sholat yaaa, itu sebagai wujud bahwa kita senantiasa bersyukur atas segala sesuatu. bagi yang non-muslim, jangan lupa beribadah dan mengingat Tuhan juga yaaa :) 

Saturday, May 28, 2011

Kapan manusia mulai menangkap ikan?

Teman-teman, pada tahun 25.000 SM, diketahui ada sekelompok manusia di Lembah Dordogne yang telah membuat alat pancing. Alat pancing tersebut beruopa taki dari serat tumbuhan yang dihubungkan dengan sebentuk kail. Mereka termasuk nelayan pertama di dunia, loh!

Friday, May 27, 2011

Ilmu Pengetahuan - Apakah grand canyon itu?

  Grand canyon di Colorado, Amerika Serikat, adalah satu barisan ngarai raksasa yang "tergali" oleh air sungai Colorado yang mengalir deras di sepanjang celah sempit yang menyambung Little Colorado dan Danau Mead.
  Dengan kedalaman lebih dari 2.000 meter, lebar sampai 25 kilometer, dan panjang 450 kilometer, sungai Colorado berawal dari tebing ini lima atau enam juta tahun yang lalu. Dan selain dikunjungi banyak wisatawan, tebing ini juga menarik banyak petualang untuk mengarungi sungainya dengan perahu karet.



ini nih gambar grand canyon:






Maaf :D

Assalamu'alaikum teman teman :)
piye kabare semuane?  how are you? apa kabar? okeh, teman-teman maaf sebelumnya, ceritanya gantung nih. belum ada ide nih, hehe ada yang punya saran? kelanjutan cerpennya gimana? ayooo kalo ada kirim aja ya ke e-mail ku nnablablabla@yahoo.com hehe thanks.

oiya sobb, kalian pasti punya impian dong? setiap manusia pastinya punya keinginan daaaaan tentu mimpi. aku rasa, hidup itu gak akan nyata tanpa mimpi tapi jangan terlalu banyak bermimpi dari pada kenyataannya. hehe berbilet-bilet ya bahasanya?

aku juga sama kayak kalian, punya mimpi. salah satu mimpiku adalah sekolah di university al azhar kairo - mesir. siapa sih yang nggak pengen sekolah di luar negeri? mungkin mimpiku masih ku usahain ya buat menjadi nyata. soal biaya bisa nabung, soal kecerdasan ya belajar donggg.

ini nih al azhar kairo:

Friday, May 20, 2011

Sahabat Sejati

Part 8

  waktu yang di tunggu Alya pun tiba. Operasi Alya sudah akan dimulai sejam lagi. Semakin dekat dengan tahap oprasi semakin deg-degan jantung Alya, antara hidup dan mati siap Alya terima.seperti seorang ibu yang hendak melahirkan anaknya. siap berkumpul kembali bersama orangtua,kaka dan sahabat tercintanya atau meninggalkanmereka dalam keadaan damai.
   Alya sudah siap dan semakin siap.
  sejam itu pun telah datang,Alya siap masukruang operasi.

bersambung...

Sunday, October 3, 2010

Sahabat Sejati

Part 7

Setelah Alya pamit pada Hana, Alya langsung on the way ke singapore. Dalam perjalanan, Alya terus berdo'a agar Tuhan masih memberikan kesempatan hidup dan berbahagia di dunia bersama sahabatnya tercinta, Hana. Hanapun, selalu mengirim do'a untuk mengiringi perjalanan dan perjuangan Hana menjalankan hidupnya, yang mungkin sekarang berada di antara hiidup dan mati. Alya sudah pasrah, bila dia sudah tidak diberi kesempatan hidup oleh Tuhan, dia berharap agar Hana bisa menerimanya dengan ikhlas dan tetap mengiringi dengan do'anya. Dalam perjalanan menuju Singapore, Alya menulis sesuatu di buku kecil, diarynya. Buku diary Alya adalah sahbat keduanya setelah Hana. Buku diary itu penuh kenangan, pait ataupun senang. Alya mengadu semua hal di dunia ini kepada buku diary. buku diary yang menemaninya saat senang ataupun sedih, sama seperti Hana, sahabatnya yang slalu ada.

Alya berharap, di dalam harap Alya berdo'a, bila dia tidak bisa menemani sahabat, orangtuanya dengan raga yang ada, dia mampu menemani dengan hati dan cinta yang tulus yang mungkin tak terlihat.

bersambung..

Sunday, April 25, 2010

Sahabat Sejati

Part 6

Pagi duniaa! Pagi yang indah bukan? Burung-burung berkicauan menyambut pagi. Anak-anak asyik bermain di luar. Kegiatan seperti ini biasa kita temui di hari sabtu ataupun minggu. Namun hari ini bukan hari sabtu atau minggu, tapi hari kamis. Anak-anak bermain karena memang sekolah mereka sudah libur, sama seperti sekolah Alya dan Hana. Namun pagi yang indah ini, tak seindah hati Alya, dia mendapat kabar, bahwa dirinya akan dibawa ke singapore untuk pengonbatan lebih lanjut. Ia sedih, ia tak ingin berpisah dengan sahabatnya, sangat tidak ingin. Dia sudah merasa cocok dan takkan bisa mengganti Hana dengan siapapun di dunia ini. Hanya Hana lah yang mengerti kondisinya, walaupun Hana tak pernah diberi tau olehnya mengenai penyakitnya yang mungkin bisa menuju gerbang ajalnya. Alya sangat menyayangi Hana, sangat menyayanginnya. Hana pun sama seperti Alya, ia juga menyayangi Alya, sahabat baiknya sejak kelas 1 SMP itu. Alya merengek pada mamanya agar dia diobati di sini saja tanpa harus meninggalkan Hana, tanpa harus berpisah dengan Hana. Namun, mamanya berkata,


“sayang, liburan masih lama nak, berkisar 3 minggu kedepan. Kamu pasti sembuh nak, percaya pada Tuhan, percaya pada dokter dan berdoa slalu dalam hatimu sayangku.”

“tapi mah, aku nggak mau ninggalin Hana, aku nggak mau pisah sama Hana, sangat nggak mau mah” mohon Alya lirih

“tenang sayang, insyaAllah, kalau kamu nanti sembuh kamu akan kembali lagi ke Indonesia kurang dari 2 minggu” bujuk mama dengan lembut. Alya tak dapat berkelak lagi, ia pasrah, ia terpaksa meninggalkan Hana untuk 2 minggu ke depan kalau ia sembuh. Namun kalau Tuhan berkhendak lain, ia akan meninggalkan Hana, selamanya.. selamanya..

Sebelum Alya berangkan ke singapore, ia meminta supirnya untuk mengantarkannya ke rumah Hana dan menceritakan segala sesuatu yang ia derita.

“Assalamu’alaikum, Na” sapa Alya

“wa’alaikum sallam, ayuk masuk Ya, mau duduk di dalam atau di luar saja?” jawab Hana ramah.

“di luar saja” kata Alya

“Na, aku mau berbicara sesuatu padamu” kata Alya lagi lirih

“bicarakan saja, ada apa?” jawab Hana sembari tersenyum

“aku ingin ke singapore Na, aku ingin mengobati penyakitku yang sudah sangat parah, sangat” Alya mulai bercerita

“kamu sakit apa si Na? Ingin ku bertanya ini padamu sejak dulu, namun aku menunggu waktu yang tepat, mungkin sekarang.” tanya Hana

“aku sakit.. aku sa-k-k-i-t..” Alya bercerita sambil terbata-bata menahan air mata karena kembali mengingat masa lalu yang sangat suram.

“sakit apa?” tanya Hana semakin penasaran

“dulu, aku sehat Na, nggak seperti sekarang. Waktu kelas 5 SD, habis aku pulang dari toko buku, aku ditabrak dua mobil secara bersamaan dari arah kiri dan kanan, aku bersyukur, aku nggak meninggal di tempat, karena, pas mobil itu menghimpit aku, dan aku berada di antara kedua mobil itu, aku terlempar agak jauh, hingga aku terjatuh dipecahan kaca mobil, selain terjatuh di pecahan kaca itu, kakiku tertimbun pecahan kaca kedua mobil itu, luka sangat parah, sangat. Aku pingsan di tempat. Darahku keluar, kalau saja aku tak cepat ditangani, mungkin aku sudah mati, sudah tak disini. Namun, Tuhan berkhendak lain, aku selamat, namun penyakit yang aku derita ini tak kunjung membaik, malah semakin memburuk, dan sangat buruk. Serpihan kaca waktu itu yang menjatuhi tubuhku, masuk kedalam kakiku, dan tersangkut disana, makanya, kadang-kadang kakiku kambuh dan kalau lagi kambuh, linu banget, dan aku harus menggunakan kursi roda karena tak dapat berjalan. Aku mengira penderitaanku cukup sampai disitu. Nyatanya nggak. Kelas 6, aku sering sakit perut tiba-tiba, aku nggak tau kenapa. Mama langsung membawaku ke dokter. Ternyata kata dokter, aku menderita kanker rahim dan sudah stadium 3. aku kaget, tersentak. Aku belum siap untuk menjalankan oprasi saat itu juga. Akhirnya dokter hanya memberiku obat. Obat itu lah yang membantuku sampai sekarang.” Cerita Alya lirih sambil menitikan air mata

“sakit Ya, sakit. Aku merasakan itu. Tapi kenapa kamu tidak jujur saja padaku kenapa Ya?” tanya Hana sambil merasakan kesakitan yang amat sakit yang sekarang di derita oleh Alya, sahabat baiknya.

“aku takut Na, sangat takut. Aku takut ngerepotin kamu dan bahkan aku takut kehilangan kamu yang akan menjauh andai kamu tau. Aku takut itu tejadi” jawab Alya pelan

“aku nggak akan ninggalin kamu saat kamu sedang seperti ini Ya, kamu sahabat baikku. Kamu yang membuatku mengerti tentang persahabatan ini, kamu yang membuatku lebih tegar. Cuman kamu Ya, kamu tenang aja, aku nggak akan ninggalin kamu dalam sepi, dalam perih. Aku nggak akan ngelakuin itu.” Hibur Hana pada Alya

“terimakasih banyak Na, terimakasih” kata Alya.

“doaku mengiringi jalanmu Ya” kata Hana

“terimakasih banyak sahabat baikku” ucap Alya. Setelah Alya jujur dan bercerita pada Hana. Ia pamit pulang dan meminta agar Hana menutup rahasia ini baik-baik.


bersambung ..