Sunday, January 22, 2012

Sosokmu, yang tercinta

Saat pertahanannya rapuh,
ia menangis,
mengadu pada illahi Rabbi,
bahwasanya ia lemah...


saat dirinya sudah tak berdaya,
bersimpuh sujud memohon ampun,
seakan ia akan mati esok,
dan pergi tak kembali....


saat waktunya telah tiba,
berpura-pura memasang baja,
kekuatan di depanku,
tak sekuat saat menghadap-Nya...


sakit tak pernah ia rasa,
yang penting aku bahagia,
betapa bahagianya,
bila aku lebih bahagia....



egois,
selalu saja aku merasa,
selalu saja aku memaki,
padahal ia berusaha,
meyakiniku akan cinta dan kasihnya......



egois,
tak pernah ku pedulikannya,
tak pernah ia berhenti mempedulikanku,
dia tak ingin aku sendiri,
dalam kelabu sang malam....


ibu....
mungkinkah aku kansadar?
bila kamu telah berlalu,
terbawa angin,
menuju syurga di samping-Nya?


ibu.........
masihkah ada maafmu untukku?
dikala aku tak mampu,
semuanya telah berlalu,
berharap ada harapan baru....



ibu....
tuk yang pertama,
dan semoga bukan tuk yang terakhir,
aku mencoba...
sabar sepertimu,
maafkan aku....
aku menyayangimu.......



ibu,
cintaku padamu,
atas nama cinta-Nya,
yaRabb lindungilah dan selamatkanlah,
ibuku tercinta.......




karya Hasna Hafizhah S.

No comments:

Post a Comment