Aku berjalan di antara duri-duri,
aku memilih dan mengira-mengira duri mana yang tak tajam,
perkiraanku tak slalu benar,
seperti menulis dalam air...............
aku melihat wanita,
bak mawar penuh duri,
harum mewangi dan indah,
namun tak bisa di sentuh oleh sembarang orang,
menyentuh berarti harus terkena duri itu...................
wanita itu..................
sungguhlah membuatku iri,
dengan tawanya yang terjaga,
dia sungguh terlihata amat cantik,
bening hatinya tak berprasangka....
apakah aku bisa seperti dia?
aku berjalan terus menerus,
hingga akhirnya aku menemukan persimpangan,
kanan dan kiri,
bingung resah dan gelisah........
andaikan aku salah mengambil langkah,
akankah langkah itu akan kembali?
aku rasa tidak,
langkah itu telah usai,
dan takkan terulang....................
andai aku lelaki,
ku pastikan aku memilihnya,
memilihnya untuk menjadi pendampingku.......
pengandaianku sia-sia,
aku telah tercipta,
hari-hari laluku sudah ku jalani...........
Tuhan........
saat hati ini benar-benar rapuh,
saat jiwa ini tak sanggup menangguh beban,
dan saat raga ini sulit tersenyum dengan kenyataan,
kuatkan aku Tuhan!
aku rindu pada-Mu!
berikan aku senyum-Mu Tuhan....................
Tuhan,
salahkah jika aku ingin sepertinya?
berlari mendekati-Mu,
menjaga seluruh titipan-Mu?
sanggupkah aku yaTuhan........................................
No comments:
Post a Comment